Sugeng Rawuh

Pasaran Dino Iki

Saiki dino Jemuwah Pon

Pasaran adalah suatu sistem penamaan siklus waktu yang terdiri dari 5 nama, yaitu: Pon, Wage, Kliwon, legi, dan Pahing. Seperti layaknya nama-nama hari dalam seminggu(Senin-Selasa-Rabu-Kamis-Jum’at-Sabtu-Minggu), bisa dimulai dari mana saja, yang penting berurutan, sama seperti yang saya sebutkan diatas. Atau bisa saya menyebutkan dari mana saja, misalnya: Kliwon-Legi-Pahing-Pon-wage. Penamaan ini lazim di gunakan dalam masyarakat Jawa-Yogyakarta dan sekitarnya. Di namakan pasaran dikarenakan penamaan ini digunakannya untuk pembagian waktu buka pasar-pasar yang ada dalam suatu radius atau satu daerah tertentu. Konon katanya 5 nama pasaran diambil dari 4 penjuru arah mata angin, Utara, Timur, Selatan, Barat, dan satunya Tengah. Masyarakat Jawa memanglah penuh dengan filosofi. Dan nama-nama pasaran tadi dalam penerapannya dijajarkan atau disandingkan dengan hari-hari yang ada. Jadi lazim masyarakat Jawa-Yogyakarta dan sekitarnya menamakan satu hari dengan dua sebutan, misalnya Senin Kliwon. Dan karena sifatnya siklus, rotary atau berputar, maka akan ketemu lagi nama hari yang sama yaitu Senin Kliwon lagi dalam waktu 35 hari, mereka menyebutnya dengan ‘Selapan’.

Sumber